Sobandi, namanya. Pria 70 tahun asal Subang Jawa Barat ini masih sangat bersemangat berbagi kepada sesama, melalui BMT yang dikelolanya.
“Sekarang (BMT) sedang sakit,” kata Sobandi mengawali kisahnya. “Kembali seperti awal dulu. Awalnya modal Cuma tujuh juta setengah, terus berkembang sampai menjadi dua ratus jutaan,” lanjut Sobandi.
“Salah satu pendukung kita (BMT, red) adalah Pak almarhum (Baharudin) Lopa.”
Sejak 2008 lalu, kinerja keuangan BMT-nya terus menurun. Waktu itu, nasabah (peminjam) banyak yang menjadi korban banjir kanal Jakarta. “Mereka kesulitan mengembalikan dana pinjaman. Ya, mau gimana lagi, kita Cuma bisa memahami mereka,” kata Sobandi.
“Kadang ada yang datang, bilang: Saya sebenarnya mau nyetor (pinjaman), tapi kalau saya setor saya nggak bisa belanja. Akhirnya saya bilang, ya sudah dipakai saja dulu,” imbuh Kakek dengan 7 cucu ini.
Ya, Sobandi sangat tidak tega melihat kondisi orang-orang seperti mereka. Ia sendiri sudah memiliki kecukupan secara ekonomi. Ketiga anaknya bekerja di perbankan nasional. “Yang pertama di Bank Mandiri, kedua di Syariah Mandiri, ketiga di BNI 46,” ujarnya Bangga.
Sahabat berbagi, tentu kita berharap ada banyak orang yang gigih ingin berbagi kepada sesama, seperti Sobandi. Di masa tuanya, ia hanya berharap bisa terus berbagi kepada banyak orang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar